Scroll untuk baca artikel
Yogyakarta

4 Tujuan Wisata Merapi Mountain, Yogyakarta

2512
×

4 Tujuan Wisata Merapi Mountain, Yogyakarta

Sebarkan artikel ini
Marapi Lava Tour Sleman Yogyakarta

akuliburan.com – 4 Tujuan wisata Merapi Mountain, Yogyakarta. Merapi Mountain di Yogyakarta masuk di wilayah Kabupaten Sleman.

Berkunjung ke wisata kawasan Merapi Mountain mejadi salah satu tujuan dari banyak traveler ketika liburan di Yogyakarta.

Adverstisement
Scroll Kebawah Untuk Lihat Konten

Viber yang sejuk di kaki Merapi Mountain, banyak wisatawan yang gemar liburan ke sekitaran ini, lalu apasaja tujuan wisata ke Merapi Mountain ini, Yok Simak.

1. Merapi Lava Tour

Berkunjung ke Merapi, nampaknya sangat susah untuk tidak menjajal Merapi Lava Tour yang sedang hits. Tur ini traveler akan berkeliling ke sejumlah titik yang terkena dampak erupsi Merapi dengan menaiki mobil jeep.

Mobil jeep ini akan melaju melewati jalan yang berkelok dan bergelombang, selain itu gemerisik kerikil dan kubangan yang mesti dilewati mobil, jadi keasyikan tersendiri. Hingga akhirnya traveler dapat menikmati keindahan Merapi dari jarak sekitar 2 kilometer, kemegahan Merapi akan sangat tampak di depan mata.

Lokasi: Kaliurang, Kab. Sleman

Biaya: Rp 350 ribu – Rp 550 ribu (per jeep)

Jam Operasional: 04.30 – 16.00 (Tergantung reservasi)

2. Stonehenge Cangkringan

Stonehenge Cangkringan merupakan wisata di sekitaran Gunung Merapi yang patut kamu coba. Hal tersebut karena tempat ini cukup unik dan sedang populer dikunjungi.

Baca Lainnya  Cuti Bersama; Camping Ceria Bersama Keluarga di Kaki Gunung

Objek wisata satu ini merupakan replika mini dari Stonehenge yang berada di Inggris. Berkunjung ke sini traveler dapat melihat deretan batu-batu persegi berukuran 200 meter dan ditata sedemikian rupa di atas padang rumput.

Lokasi: Trutan, Kepuharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman

Biaya: Rp 15 ribu

Jam Operasional: 07.00 – 17.00 WIB

3. Museum Mini Sisa Hartaku (THE HOUSE OF MEMORY)

Ganasnya letusan gunung merapi memberikan jejak yang terlihat bagi semua masyarkat Indonesia khususnya Yogyakarta. Dampak letusan yang dahsyat terekam dalam memori semua penduduk kaki gunung merapi.

Pada hari Selasa 26 Oktober 2010 merapi erupsi, wedhus gembel dan lahar panas yang merah menghabiskan hutan pepohonan yang hijau di kaki gunung. Wedhus gembel melewati rumah penduduk desa asli Kepuharjo dan sekitarnya.

Tidak hanya rumah yang habis terbakar, namun korban jiwa yang meninggal terdapat ratusan dari berbagai kalangan usia. Letusan ini menyisakan pilu yang sangat dalam bagi penduduk kaki gunung merapi, seluruh Indonesia juga merasakan kesedihan atas bencana alam yang melanda Yogyakarta khususnya Sleman.

Baca Lainnya  5 Kuliner Yogyakarta yang wajib di Nikmati

Memori bencana alam atau letusan gunung merapi pada tahun 2010 akan selalu terekam di dalam cerita hidup masyarakat. Salah satunya Bapak Sriyanto, yang kemudian sisa-sisa rumahnya menjadi sebuah museum dan diberi nama Museum Mini Sisa Hartaku atau The House of Memory. Museum yang sudah dikenal banyak orang ini terletak di Kepuharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY.

Sriyanto mengumpulkan sisa-sisa harta yang rusak dan diletakkan di dinding rumah. Hal ini bertujuan sebagai pengingat dari generasi ke generasi akan dahysatnya letusan gunung merapi tahun 2010.

Harta benda seperti tv, radio yang sudah meleleh, rangka sepeda, rangka motor, ember, jam dinding, gamelan, dan barang-barang lain hingga rangka hewan ternak milik penduduk juga terpajang di museum ini. Foto-foto saat kejadian erupsi ditempel di dinding museum.

Selama melihat foto hingga barang-barang sisa hartaku kita seperti dibawa ke suasana mencekam dan mengerikannya erupsi gunung merapi waktu itu yang menerjang dan menghabiskan banyak bangunan hingga menimbulkan banyak korban jiwa.

Masyarakat umum yang ingin melihat dan terbawa ke dalam suasana erupsi bisa berkunjung langsung ke Museum Mini Sisa Hartaku dengan tarif tiket Rp.5000 per-orang dengan jam buka 08.00-16.00 WIB setiap harinya.

Baca Lainnya  Aku Liburan di Yogyakarta

Museum Mini Sisa Hartaku menjadi sebuah kebangkitan, perjuangan, dan awal sebuah kehidupan yang baru untuk penduduk desa yang terkena erupsi. Memori dari kejadian pilu ini tidak akan pernah bisa dilupakan seluruh masyarakat, namun sebagai pengingat bahwa harta dan benda yang ada di dunia hanya titipan.

Harta benda bisa hilang dan habis kapan saja. Pelajaran berharga bisa diambil dari museum mini sisa hartaku bagi pengelola, penduduk asli kaki gunung, dan wisatawan yang berkunjung.

4. The Lost World Castle

Ingin menikmati wisata dengan bernuansa klasik tetapi tetap instagramable? Traveler dapat berkunjung ke The Lost World Castle yang terdapat di sekitaran Merapi loh!

Arti The Lost World Castle yakni dunia yang hilang, bermaksud memperingati kejadian meletusnya Gunung Merapi beberapa tahun lalu yang menghilangkan beberapa desa di sini.

Di balik cerita yang pelik tersebut, ada wisata yang sangat menarik. Panorama yang indah dipadukan dengan bangunan klasik yang indah, membuat tempat ini asik untuk didokumentasikan.

Lokasi: Jl. Petung Merapi, Petung, Kepuharjo, Kec. Cangkringan, Kabupaten Sleman

Biaya: Rp 30 ribu

Jam Operasional: 07.00 – 18.00 WIB